ఌ Perjalanan Menemukan Cinta-NYA
Entah do’anya siapa yang diijabah
Sehingga kesedihan itu tergantikan secepat itu dengan suka
cita yang tidak pernah ku sangka-sangka.
Sebenarnya aku tidak mengusahakan apa apa pun untuk kembali
ceria, mungkin Tuhan tau aku serapuh itu menghadapi kesedihan. Sampai – sampai aku
pernah mencari keberadaan-NYA kemana-mana dengan kesendirian.
Aku masih ingat dikala aku masih mencari jawaban dari
pertanyaan “kenapa” “kenapa” “kenapa” “why??” tentang kehidupan ini. Hingga aku
dipertemukan dengan guru kehidupan yang berwujud (sesorang yang menasihati,
tempat tempat yang kudatangi dengan saffar, pengalaman dari panggilan hati yang
ingin aku lakukan).
Aku cukup senang dengan jawaban – jawaban mereka “guru
kehidupan” (seseorang, tempat, pengalaman). Aku tersenyum dengan meneteskan air
mata dengan hati bergetar “Ternyata kasih sayang Allah itu dekat, buktinya
ketika aku mencari-NYA, Ia hadirkan perantara-perantara yang bisa aku jangkau
dengan akal pikiran terlebih dahulu”
Setelah cukup lega dengan jawaban yang aku pertanyakan “kenapa”
“kenapa” “kenapa” itu aku mencukupkan kelana yang waktu itu aku sering menulis “perjalanan
paling jauh bukan dari tempat ke tempat, namun dari pikiran ke hati”
Setelah perjalanan pencarian makna hidup itu, ternyata Allah
masih notice/perhatian dengan mendatangkan perantara penyambung semangat kehidupan
ini supaya segera memantaskan diri.
Salam Takdzim
17 Dzulhijjah 1445

Komentar
Posting Komentar