Amor Fati : Perihal Mencintai Takdir
Amor Fati - Love of fate - Mencintai Takdir
Wishful thinking
Kita pasti pernah memiliki pikiran - pikiran :
"Seandainya saja aku dulu begini..."
"Seandainya saja aku gak begitu..."
Pikiran - pikiran seperti itu, mengingini alternatif dari situasi hidup kita saat ini adalah tirani. Mengingini sesuatu yang di luar kendali kita sebenarnya kita telah dicuri dari kesempatan untuk menikmati dan mensyukuri masa kini, detik ini.
Saat kita bisa melihat sebuah musibah sebagai kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik.
Tidak ada yang perlu disesali. Semua terjadi mengikuti keteraturan alam (Nature). Bisakah kita tidak hanya menerima masa lalu, tapi bahkan mencintainya?
--- iya susah, tapi kembali lagi kepada semua ini kan takdir, masa lalu ya sudah tidak bisa diulang seperti kita memiliki mesin waktu, masa lalu ya sudah masa lalu, di luar kendali kita saat ini. Ingin merubah masa lalu adalah sebuah keirasionalan.---
Bukankah kita harus belajar dari masa lalu?
Iya, setuju banget. Akan tetapi kita harus bisa mengambil jarak antara belajar dari kesalahan masa lalu dan terobsesi terus dengan masa lalu alias (gagal move on).
Amor Fati : Love of fate
Formula untuk keagungan (greatness) manusia adalah "amor fati", yaitu tidak ingin apa pun menjadi berbeda, tidak ke depan, tidak ke belakang, tidak sepanjang keabadian. Tidak hanya sekadar menanggung yang memang harus dijalani... tetapi mencintainya." -Friedrich Nietzsche.
Komentar
Posting Komentar